Potensi Gelombang Tinggi, Perhatikan Keselamatan Pelayaran

BENGKULU RU.ID – Keselamatan dalam pelayaran di perairan Bengkulu dinilai penting diperhatikan. Pasalnya kondisi gelombang air laut saat ini berpotensi tinggi, yang sewaktu-waktu dapat mengancam keselamatan ketika tengah berlayar.

Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Bengkulu, Anang Anwar mengatakan, sebagaimana prakiraan BMKG, potensi gelombang dengan ketinggian 1 – 2 meter berpeluang terjadi di perairan Bengkulu. Kemudian potensi gelombang dengan ketinggian 1.25 – 2.50 meter berpeluang terjadi di perairan timur Pulau Enggano.

Selain itu potensi gelombang dengan ketinggian 1.50 – 3.75 meter berpeluang terjadi di perairan Samudera Hindia barat Bengkulu. Sedangkan prakiraan pasang surut pelabuhan Pulau Baai hari ini (kemarin, red) ketinggian 0,7 meter,” ungkap Anang, Minggu (8/5).

Menurutnya, untuk prakiraan kondisi cuaca maritim perairan Bengkulu hari ini cenderung berawan. Sedangkan angin secara umum diprakirakan bertiup dari Barat Laut – Timur Laut dengan kecepatan angin berkisar 1 – 15 knots.

Kondisi tersebut diperkirakan berlangsung hingga besok,” katanya.

Lebih jauh dikatakannya, terpenting dengan kondisi gelombang, harap diperhatikan resiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran. Untuk perahu nelayan waspadai ketinggian gelombang lebih dari 1,26 meter. Kapal tongkang waspadai ketinggian gelombang lebih dari 1,50 meter.

Sedangkan untuk kapal Ferry waspadai ketinggian gelombang lebih dari 2,50 meter dan kapal ukuran besar waspadai ketinggian gelombang lebih dari 4 meter. Kewaspadaan ini penting untuk menghindari terjadinya hal yang tak diinginkan,” demikian Anang.

Sementara itu, adanya potensi tinggi gelombang di wilayah perairan Enggano, bisa mencapai hampir 3 meter.

Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Bengkulu Utara (BU), Eka Hendriyadi, MH, tak menyangkal akan prakiraan BMKG Bengkulu perihal tinggi gelombang di wilayah perairan Bengkulu itu.

Untuk potensi gelombang hampir 3 meter, itu diperkirakan bisa terjadi di wilayah Timur Pulau Enggano,” beber Eka, menukil rilis BMKG, kemarin.

Beberapa moda transportasi laut, sebagaimana ditulis BMKG untuk diperhatikan kapal nelayan, tongkang, ferry hingga kargo.

Selain itu, moda transportasi tentunya merujuk pada arahan kesyahbandaran Pulau Baai,” katanya, soal kondisi perairan laut Bengkulu rilis BMKG yang berlaku hingga hari ini (9/5) Pukul 07.00 WIB ini. (tux/bep)

__Terbit pada
9 Mei, 2022
__Kategori
News