Menjadi Orang Tua Kreatif dalam Pendampingan Belajar dari Rumah


Oleh: Novita Wahyuningtyas, S.Pd

DALAM situasi seperti sekarang ini sebagai orang tua kita wajib  memberikan pendampingan yang maksimal dalam pendidikan anak saat ini, khususnya dalam pendidikan anak usia dini.

Tantangan sebagai pendidik dan orang tua tidaklah semakin mudah. Akan tetapi kita tidak boleh menyerah, semakin besar tantangan itu, marilah kita bangun usaha dan kerja sama yang semakin giat. Agar anak-anak kita menjadi anak-anak berkarakter, cerdas dan membanggakan. Beberapa hal yang mempengaruhi perkembangan anak yaitu bagaimana cara orang tua dan guru bekerja sama dalam memberikan pendampingan untuk anak.

A. Strategi orang tua mengatasi belajar di rumah

Masalah yang selalu muncul yaitu keterbatasan orang tua dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran dan pengasuhan yaitu :

      1. Kebingungan orang tua menciptakan iklim belajar di rumah.
      2. Keterbatasan fasilitas.
      3. Menurunnya daya dukung kesejahteraan anak karena penghasilan orang tua berkurang.
      4. Tidak ada posyandu dan perolehan PMT.

Kendala Keterbatasan kemampuan guru dalam memfasilitasi pembelajaran dari rumah yaitu :

      1. Keterbatasan kompetensi pendidik mengakses fasilitas internet beserta perangkatnya.
      2. Keterbatasan kompetensi pendidik mengelola proses pendidikan jarak jauh.

Posisi penting kegiatan pembelajaran yang menyenangkan yaitu

      1. Bermain berpusat pada anak.
      2. Menggunakan media yang ada di rumah secara optimal.
      3. Komunikasi /Interaksi.

Menurut GARRY L LANDRETHN bermain adalah mainan adalah dunia anak, dan bermain adalah bahasanya. Belajar dengan bermain untuk mendapatkan ilmu bagi anak.

Bermain adalah dunia anak untuk belajar, berekplorasi, melakukan eksperimen dan membuat karya (kreativitas).

Bagi anak, bermain adalah kegiatan serius yang merupakan proses belajar.

Pada saat anak bermain anak menemukan konsep-konsep baru, dan berinteraksi, berkomunikasi guru/orang tua.

Strategi dalam mengenalkan konsep bermain :

      1. Mengajak anak /mengenang masa lalu /nostalgia.
      2. Ajak bermain dengan loose part.
      3. Bermain dengan benda-benda yang ada di sekitar rumah.
      4. Komunikasi dan Interaksi bertujuan untuk supaya anak bisa mengembangkan ,melanjutkan ide/gagasan ,
      5. Dokumentasi dilakukan secara alami /hasil secara nyata dan tidak di buat-buat.

Peran guru sebagai konsultan

      1. Menyapa anak dan orang tua secara daring.
      2. Mencermati dokumentasi yang dibuat orang tua.
      3. Memberikan masukan berupa ide kegiatan bermain.

Apabila antara orang tua dan guru terjalin kerjasama yang baik maka kita akan menciptakan kondisi belajar yang menyenangkan dan menarik minat anak.


**) Penulis adalah Guru di TK Immanuel Arga Makmur