Limbah Pandemi jadi Ancaman Kesehatan

ARGA MAKMUR RU.ID – Ancaman limbah pandemi Covid-19 menjadi satu hal yang perlu menjadi cermatan dan langkah konkret lintas sektor. Khususnya soal penggunaan masker yang masih ditemui, acap berserakan di tempat-tempat tidak semestinya.

Mungkin itu jalan, sekitaran rumah atau perkantoran hingga fasilitas umum. Padahal, bukan tidak mungkin di dalam masker berkas sekali pakai itu, menempel bakteri hingga virus-virus berbahaya yang tak terdeksi oleh kasat mata. Belum lagi, ketika masker itu dibuang ke saluran-saluran air, kian mengancam keseimbangan lingkungan. Dikutip dari SKH Radar Utara (15/9).

Pegiat Lingkungan dari WCD, Nur Latifah, saat dibincangi Radar Utara, dua hari sebelum puncak kampanye pilah sampah dari rumah yang akan dipusatkan di Kota Arga Makmur pada 16, 17 dan 18 September ini, menegaskan limbah pandemi menjadi hal yang sangat penting untuk tidak sebatas menjadi sorotan. Tapi harus disikapi dengan pendekatan yang komprehensif dan mengena.

“Persoalan llimbah pandemi ini, harus disikapi dengan konsep edukasi, untuk menstimulasi kesamaan konsep berfikir. Ini perlu dabel tool. Edukasi dan aksi nyata. Karena sampah pandemi, semisal masker sekali pakai itu, tidak bisa hanya dianggap sebagai limbah biasa. Harus penanganan khusus,” kata Nur Latifah, kemarin.

Breakdown kerja-kerja adukasi inilah yang saat ini menjadi hal yang digalang pihaknya, bersama dengan pemerintah daerah untuk memerangi persoalan sampah di lingkungan masyarakat.

“Karena persoalan sampah ini, harus disikapi dengan langkah konkret dan kampanye konsep berfikir. Bahwa sampah itu mengancam. Tidak hanya kehidupan manusia. Tapi juga kualitas lingkungan sosial hingga ragam hayati dan hewani. Mesti melahirkan konsensus sosial, agar sampah yang masih menjadi persoalan justru bisa menej menjadi potensi ekonomi,” pungkasnya. (bep)