Koalisi Golkar Cs Top-Down?

ARGA MAKMUR RU.ID – Peta politik pusat, kini sudah mulai diwarnai manuver nyata. Kini ada Koalisi Indonesia Bersatu (KIB). Koalisi perdana menuju kontestasi 2024 itu, dimotori Golkar, PAN dan PPP. Untuk kepentingan di ke level pusat, trio partai itu sudah memenuhi ambang batas minimal menuju bursa capres. Bagaimana dengan di daerah?

Kalau menghitung, kebutuhan menuju kontestasi Pilkada di Kabupaten Bengkulu Utara (BU), menyaratkan, kekuatan partai pengusung minimal 20 persen dari jumlah kursi di DPRD. Itu artinya, membutuhkan 6 kursi saja, agar sebuah parpol atau gabungan parpol, bisa melaju ke tahap pencalonan kepala daerah. Saat ini, Golkar memiliki 5 kursi di legislatif. Sedangkan, PAN memiliki 3 kursi dan menjadi salah satu fraksi penuh di DPRD. Sedangkan PPP, memiliki 1 kursi, namun konsisten jarang absen mengisi kursi legislator daerah.

Dikonfirmasi RU, Golkar belum bergeming lugas, perihal bursa Pilkada.
Ketua DPD Golkar BU, Juhaili, S.IP, belum lama ini hanya menyampaikan, kalau partainya saat ini tengah fokus pada persiapan Pemilu yang dijadwalkan, digelar 14 Februari 2024 mendatang.

“Saat ini, kami fokus pada persiapan menuju Pemilu. Selain itu, konsolidasi partai juga tengah menjadi fokus saat ini,” kata politisi yang kini berjejer di unsur pimpinan DPRD BU itu, kemarin.

Elakan politik Lilit, sapa akrabnya, lumayan lumrah. Kontestasi Pilkada, waktunya masih cukup jauh. Terpaut 9 bulan lebih, dihitung dari jadwal Pemilu yang bakal memilih Presiden dan Wakil Presiden, DPR RI, DPD RI dan DPRD provinsi/kabupaten/kota itu.

“Untuk itu, langkah pikir dan sikap kami tentunya, lebih dulu berfokus pada persiapan kontestasi terdekat,” ungkapnya.

Sedikit lebih lugas, disampaikan PAN. Meski senada, belum mengumbar informasi politik yang sudah dilakukan pantolan partai di level pusat.
Ketua DPD PAN BU, Hj. Yennita Fitriani, MH, menegaskan, pihaknya lebih pada wait and see. Jelasnya, Ketua DPW PAN Provinsi Bengkulu itu, sikap dan instruksi pusat akan menjadi haluan gerak politik.

“Bagaimanapun, PAN ingin terus bercokol aktif dalam dinamika politik di daerah. Khususnya Bengkulu Utara. Namun, sesuai dengan rambu-rambu organisasi,” terangnya.

PAN sendiri, sempat berkemungkinan membangun poros politik baru pada Pilkada 2019 lalu. Meski, berujung “kepincut” pada aksi “borong partai” yang dilakukan pasangan Mian-Arie pada detik-detik akhir pencalonan keduanya. Potensi kuda hitam, PAN Cs untuk membangun poros baru, sirna di Pilkada yang berujung incumbent vs kolom kosong tersebut.

“Bagaimana sikap PAN nantinya? kita ikhtiar dulu di Pemilu ya,” pungkasnya. (bep)

 

 

__Terbit pada
14 Mei, 2022
__Kategori
News