Harga Pupuk Selangit, Petani Menjerit

MUKOMUKO RU.ID – Saat ini harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Kabupaten Mukomuko terus mengalami kenaikan. Harga sawit di pabrik CPO di Mukomuko ini mayoritas sudah diatas Rp 2.200 per Kilogramnya. Dengan kenaikan harga kelapa sawit ini juga dibarengi dengan kenaikan harga pupuk. Hal ini dibenarkan, Eri, petani di Mukomuko, dikutip dari SKH Radar Utara (15/9).

Dijelaskannya, harga pupuk non subsidi jenis pupuk KCL Mahkota itu sebelumnya Rp 280 ribu satu karung, saat ini Rp 480 ribu per karung. Kemudian pupuk jenis TSP yang sebelumnya hanya Rp 290 ribu perkarung, sekarang sudah hampir Rp 500 ribu per karung. Kemudian jenis pupuklainnya juga mengalami kenaikan.

“Per karung atau sak harga pupuk yang biasa digunakan petani untuk memupuk tanaman sawit naiknya sampai Rp 200 ribu. Dah biasanya harga pupuk ini akan bertahan dan semakin naik meskipun harga sawit turun,” keluhnya.

Eri berharap agar pemerintah bisa turun tangan mengawasi harga pupuk yang semkin hari terus naik.

“Kita harapkan pemerintah bisa memantau dan mengawasi harga pupuk yang terus naik. Memang naik dari pabrik atau seperti apa. Ditakutkan ada permainan,” harapnya.

Hal yang sama disampaikan Rahmad, warga Danau Nibung bahwa harga pupuk terus mengalami kenaikan bahkan kenaikannya sangat signifikan dari sebelumnya.

“Mungkin baru kali ini harga pupuk bisa naik signifikan seperti ini. Naiknya sampai 200 ribu per saknya. Semoga harga pupuk ini bisa kembali stabil,” pungkasnya. (rel)