Didatangi Bupati, Harga Sawit Terus Anjlok

MUKOMUKO RU.ID – Sebelumnya Pemkab Mukomuko turun ke lapangan yang langsung dipimpin Bupati Mukomuko, H Sapuan dan Wakil Bupati, Wasri serta dinas dan instansi terkait mendatangi seluruh pabrik pengolahan minyak mentah atau CPO.

Sayangnya, kedatangan bupati bersama tim ke pabrik sawit, tidak dapat memutuskan maupun memastikan harga sawit yang dibeli sejumlah pabrik bakal naik. Bahkan sejak beberapa hari, justru harga sawit makin anjlok. Ini dikarenakan sejumlah faktor yang juga dirasakan pabrik-pabrik CPO. Diantaranya pabrik CPO dibatasi oleh pihak pembeli. Dan kapasitas tanki di pabrik terbatas bahkan ada pabrik yang tangki CPOnya hampir penuh.

“Mayoritas pabrik di daerah ini kontraknya ke suplayer PT Wilmar dan beberapa suplayer lainnya. Karena penjualan sangat terbatas menyebabkan masih banyak CPO yang masih berada di tangki penyimpanan di pabrik. Sedangkan buah sawit petani membludak,” klaim Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko, Apriansyah ST, MT.

Tangki CPO pabrik, maksimal mampu menampung 4 ribu ton. Dan terendah 1.600 ton. Sedangkan kontrak perusahaan di daerah ini dengan suplayer ada yang 700 ton per minggu dan ada pula mencapai 2 ribu ton per bulan.

“Kendala, pabrik belum bisa menjual CPO yang ditampung itu,” katanya.

Disinggung bakal ada potensi harga sawit turun lagi, Apriansyah mengaku ada. Bahkan, sejak beberapa hari terakhir pembelian sawit di tingkat petani turun. Dan ada juga yang bertahan dari harga sebelumnya.

“Untuk hari ini (kemarin), ada pabrik yang bertahan harga sebelumnya. Ada juga yang turun rata-rata Rp 50 – 200/kg,” bebernya.

Adapun langkah yang dilakukan Pemda Mukomuko selain mengumpulkan data-data dan informasi yang valid. Pada 17 Mei informasinya akan dilakukan pembahasan ditingkat provinsi. Termasuk data yang ia dapat di lapangan, juga akan dilaporkan ke provinsi hingga pusat sehingga akan diketahui secara pasti kondisi dan situasi di Kabupaten Mukomuko.

“Yang jelas, bakal terjadi penurunan harga beli sawit ditingkat pabrik. Dan pabrik tidak menutupkemungkinan bakal membatasi pembelian sawit milik petani. Ini dikarenakan kapasitas tangki CPO di masing-masing pabrik yang bersangkutan terbatas,” pungkasnya. (rel)

__Terbit pada
14 Mei, 2022
__Kategori
Mukomuko