Cegah Penyalahgunaan Gas Melon, Disperindag “Ngaku” Bakal Sidak

MUKOMUKO RU.ID– Untuk mengantisipasi penyalahgunaan gas elpiji atau gas melon 3 Kilogram (Kg) di wilayah ini. Jajaran Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop dan UKM) Kabupaten Mukomuko, bakal turun gunung mengecek kebaradaan gas melon di pangkalan, restoran, hotel, dan yang lainnya.

Kepala Disperindagkop dan UKM Kabupaten Mukomuko, Agus Harvinda, ST, MT, ketika dikonfirmasi menegaskan, gas melon yang dipasok pemerintah melalui perusahaan ke daerah ini, peruntukanya untuk warga kurang mampu atau warga miskin. Ketika gas melon itu digunakan atau dimanfaatkan oleh pengusaha rumah makan, hotel, termasuk warga kaya, jelas menyalahi aturan.

“Untuk itu, kami akan segera turun ke lapangan. Kami akan mengecek keberadaan gas melon tersebut. Apakah stok gas melon di pangkalan cukup, termasuk apakah ada pengusaha atau orang kaya pakai gas melon ini. Jika memang ada, pasti akan kita berikan teguran agar mereka tidak memakai gas melon untuk kebutuhan memasak,” tegas Harvinda, dikutip dari SKH Radar Utara (15/9/21).

Diakuinya, hingga kemarin, belum ada laporan secara tertulis maupun lisan terkait dugaan penyalahgunaan gas melon. Termasuk soal kelangkaan gas melon maupun tingginya harga gas melon yang dijual agen di atas harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.

“Meski tidak ada laporan, pengecekan ini harus dilakukan. Tujuanya supaya pihak agen tidak menjual gas melon dio atas HET, dan pihak agen tidak menjual gas melon itu pihak pengusaha atau orang – orang kaya,” ujarnya.

Untuk jadwal pengecekan, sambung Harvinda, belum dapat dipastikan hari dan tanggalnya. Ia hanya memberikan sinyal, kegiatan tersebut bakal dilaksanakan dalam bulan ini. Selain itu, dalam kegiatan nanti juga akan ada pemasangan stiket dari Disperindagkop di rumah makan atau hotel. Stiket tersebut bertuliskan bahwa hotel atau rumah makan tersebut tidak menggunakan gas melon.

“Kurang lebih tulisanya seperti itu. Dalam kegiatan itu nanti, kami juga akan menggandeng TNI, Polri, Pol PP, dan pihak – pihak terkait lainnya. Termasuk juga nanti dari pihak pertamina,” pungkasnya. (rel)